Surat Al-Insyirah Arab, Latin, dan Terjemahan Arti (AL-QURAN ONLINE)

94. Al-Insyirah (Kelapangan Hati) – الإنشراح

Surat Al-Insyirah ( الإنشراح ) merupakan surah ke 94 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 8 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surat Al-Insyirah termasuk golongan Surat Makkiyah.


Surat ini juga sering dinamakan dengan Asy-Syarh yang diambil dari kata yang muncul pada ayat pertamanya,

Surah ini, yang diwahyukan nyaris segera sesudah Surah Ad-Dhuha, tampaknya merupakan kelanjutan langsung dari surah tersebut. Memang, beberapa ulama terkemuka abad pertama setelah hijrah—misalnya, Tha’us ibn Kaisan, atau Khalifah ‘Umar ibn ‘Abd Al-’Aziz (yang dikenal sebagai “Umar kedua”)—menganggap Surah Ad-Dhuha dan Al-Insyirah sebagai satu surah, dan biasa melantunkan kedua surah tersebut ketika shalat dengan cara demikian, yaitu tanpa memisahkan kedua surah itu dengan bacaan kalimat “Bismillah al-rahman al-rahim” di awal surah kedua (Al-Razi). Terlepas dari apakah pandangan tersebut diterima atau tidak, tidak ada keraguan bahwa Surah Al-Insyirah, seperti halnya Surah Ad-Dhuha, dialamatkan pertama-tama kepada Nabi dan, melalui beliau, kepada semua pengikut sejati Al-Qur’an.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Surah Al-Insyirah Ayat 1

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

1. BUKANKAH KAMI TELAH melapangkan hatimu,1


1 Lit., “dadamu”.


Surah Al-Insyirah Ayat 2

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

wa waḍa’nā ‘angka wizrak

2. dan mengangkat darimu beban



Surah Al-Insyirah Ayat 3

الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ

allażī angqaḍa ẓahrak

3. yang telah sangat memberatkan punggungmu?2


2 Yakni, ”beban dosa-dosamu pada masa lalu, yang sekarang telah dimaafkan” (Al-Thabari, bersumber dari Mujahid, Qatadah, Al-Dhahhak, dan lbn Zaid). Dalam hal Nabi Muhammad Saw., ini agaknya berkaitan dengan kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelum beliau diangkat menjadi seorang nabi (ibid.), dan jelas merupakan pengulangan dari Surah Ad-Dhuha [93]: 7—“Dan, [bukankah] Dia mendapatimu dalam keadaan tersesat di jalanmu, lalu Dia memberimu panduan?”


Surah Al-Insyirah Ayat 4

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

wa rafa’nā laka żikrak

4. Dan, [bukankah Kami telah] meninggikan martabatmu?3


3 Atau: “meninggikan kemasyhuranmu”. Makna dasar istilah dzikr adalah “pengingat” (reminder) atau “ingatan” (remembrance); dan, makna lainnya adalah “hal yang dengannya sesuatu (atau ‘seseorang’) diingat”, yakni, dengan pujian: karena itu, istilah dzikr juga berarti “kemasyhuran” atau “ketenaran”, dan secara kiasan—seperti dalam konteks ayat ini—berarti “keutamaan” atau “martabat”.



Surah Al-Insyirah Ayat 5

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

fa inna ma’al-‘usri yusrā

5. Dan, perhatikanlah, bersama setiap kesulitan, datang kemudahan:


Surah Al-Insyirah Ayat 6

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

inna ma’al-‘usri yusrā

6. sungguh, bersama setiap kesulitan, datang kemudahan!



Surah Al-Insyirah Ayat 7

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

fa iżā faragta fanṣab

7. Maka, apabila engkau telah terbebas [dari kesusahan], tetaplah teguh,


Surah Al-Insyirah Ayat 8

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

wa ilā rabbika fargab

8. dan kepada Pemeliharamulah hendaknya engkau berpaling dengan cinta.


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)